Sejarah Pelarangan Judi dan Pandangan Dalam Islam

Sejarah Pelarangan Judi dan Pandangan Dalam Islam

Bandarqq – Setiap orang pastilah pernah mempertaruhkan sesuatu dalam hidupnya, termasuk berjudi. Mungkin terdengar biasa saja jika kita mendengar seseorang memasangkan taruhan di meja-meja perjudian guna mendapat hadiah. Tidak lain dan tidak bukan adalah uang dalam jumlah besar tanpa harus bekerja keras. Banyak orang yang beranggapan bahwa judi adalah cara cepat menuju kesuksesan.

Namun, banyak juga orang yang tidak menyadari bahayanya bermain judi. Hal tersebut sudah diatur dalam negara baik lewat KUHP maupun Undang-Undang. Hanya saja, masih banyak orang yang tidak menghiraukan hal tersebut dan tetap bermain judi. Hal tersebut merupakan suatu kegiatan atau kebiasaan yang sangat buruk. Di mana seseorang bisa saja mengalami kerugian besar dengan bermain judi. Tak jarang pula kita saksikan banyaknya tindak kejahatan yang berasal dari dunia perjudian.

Di masa dewasa ini pun, fenomena judi semakin berkembang dan meluas. Tidak hanya di Casino-casino saja, tetapi juga dalam media digital. Pemain bisa menjangkau judi dengan lebih mudah lewat situs internet yang dilakukan secara daring. Mungkin terlihat seperti permainan yang biasa saja, tetapi jelas itu adalah judi karena menawarkan hadiah dari hasil taruhan. Kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai sejarah pelarangan judi dan juga padandangan serta hukum Islam.

Sejarah singkat judi dan pelarangannya

Judi uang kita kenal pada hari ini, sebenarnya sudah berkembang secara luas sejak lama. Bahkan, beribu-ribu tahun silam, tepatnya di Mesir pada 3.500 SM. Di mana hal ini terlihat dari lukisan yang ditemukan oleh para penggali. Dalam lukisan tersebut terlihat orang-orang yang melemparkan tulang-tulang kecil dengan papan pencatat angka di dekatnya. Tulang-tulang tersebut tidaklah memiliki sisi sama, dan dari sanalah disimpulkan bahwa setiap sisi tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda. Bagi masyarakat Mesir, tulang ini juga disebut dengan Astragili.

Bahkan, tidak hanya Mesir saja yang berjudi menggunakan tulang-belulang, melainkan juga masyarakat Yunani dan juga Roma kuno. Budaya judi sendiri sangat erat dengan negara seperti Jepang, China, Filipina, dan bahkan yang paling terkenal adalah India. Di mana perjudian dilakukan antara Dewa dan juga manusia yang memperebutkan wanita, baik itu saudara perempuan hingga istri. Sejarah pelarangan judi bisa dikatakan cukup panjang mengingat asal-muasal perjudian bandarqq itu sendiri yang memiliki cerita rumit.

Dalam peradaban jahilia jni, judi atau yang juga disebut dengan Al-Maisir terbagi menjadi dua kategori. Yakni yang pertama adalah Ak-Mukhatarah di mana dua lelaki ataupun lebih mempertaruhkan istri berikut harta benda mereka. Lalu, kategori yang lainnya adalah Al-Tajzi’ah di mana 10 orang lelaki atau lebih saling bermain kartu (pada masa itu terbuat dari potongan tipis kayu) yang berisikan 28 buah. Lalu, bermunculanlah cara-cara permainan judi lainnya, salah sayunya dengan menggunakan potongan daging yang diacak salam mangkuk.

Sejarah pelarangan judi pun bermula ketika banyaknya masyarakat yang menghamburkan uang mereka dan akhirnya mengalami kerugian. Tak jarang dari mereka pun akhirnya jatuh miskin, hingga munculnya perpecahan dan permusuhan. Serta tindak kriminal pun tidak bisa dicegah karena adanya perjudian ini. Di Indonesia sendiri, adanya larangan judi secara tegas dimulai pada 1974 yang tercantum dalam UU No.7. Di mana taruhan dalam bentuk dan juga jenis apapun tidak diperbolehkan, dan bagi siapa saja yang melakukan kegiata tersebut akan terkena sanksi hukum. Termasuk juga kurungan penjara atau pidana.

Pandangan Islam mengenai perjudian

Negara melarang adanya kegiatan perjudian karena banyak hal, tidak hanya dapat mendatangkan kerugian baik pada diri sendiri ataupun orang lain. Dengan berjudi, berarti kita sudah menentang agama, di mana perjudian itu sangatlah dilarang. Dalam Islam sendiri, judi (Al-Maysir) disebutkan sampai 3 kali, baik dalam surah Al-Baqharahg, ataupun surah Al-Maidah. Di mana disebutkan bahwa judi adalah suatu kegiatan yang menimbulkan dosa besar, dan juga dapat membawa kebencian serta permusuhan.

Dari permainan judi yang membawa candu ini jugalah, orang akhirnya menjadi malas bekerja dan lalai untuk menjalankan tugasnya dalam hal beribadah. Jelas hal ini tidak disenangi dalam agama manapun, dan hal ini jugalah yang merupakan salah satu poin dari sejarah pelarangan judi. Menurut Muhammad Ali as-Shabunny, para ulama menyatakan pendapat yang sama bahwa judi (Al-Maysir) hukumnya ialah haram. Sehingga bagi kita yang merupakan umat beragam, hendaklah tidak memainkan judi dalam bentuk apapun itu. Baik dalam taruhan kecil hingga jenis yang besar sekali pun.

Dalam Islam sendiri menghendaki umatnya untuk bekerja dengan cara yang benar, bukan dengan merugikan sesama apalagi bergantung pada judi. Di dalam Islam, harta seseorang dijadikan sesuatu yang terhormat. Maka, tidaklah baik adanya jika diambil secara semena-mena, terlebih dengan berjudi, maka orang tersebut sudah mengambil harta orang lain secara batil. Hal demikianlah yang akhirnya menjadikan rasa benci dan amarah muncul. Sehingga terjadilah permusuhan dan hal-hal buruk lainnya dari berjudi.

Sejarah pelarangan judi di Indonesia juga sudah bermula sejak masa penjajahan Belanda yakni pada 1912 di mana keluarnya staatsblad yang tidak mengizinkan adanya judi dengan bandar. Sejak saat itu jugalah, pelarangan judi semakin dikembangkan, meski sebelumnya pernah menjadi sesuatu yang legal di Indonesia. Namun pada masa sekarang ini, judi sudah tidak lagi diperbolehkan dalam versi apapun, dan baik fasilitator atau bandar serta pemain, akan mendapatkan ganjaran setimpal jika kedapatan memainkannya.

Itulah sejarah pelarangan judi beserta pandangannya dalam Islam. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kegiatan taruhan baik dengan uang ataupun benda lainnya tidaklah baik. Bahkan, haram hukumnya di dalam Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *