Review Film Koboy Kampus 2019

By admin No comments

Jika dihitung film indonesia sudah cukup banyak yang menaruh simpati banyak penonton. Berkat hadirnya pemeran utama berpengalaman, maupun pendatang baru mereka sama-sama memiliki kekuatan menjadi daya tarik sendiri yang menghibur banyak orang.

Terlebih plot yang dibangun dalam film tersebut menarik dan membuat penasaran banyak orang. Namun tidak hanya itu, sebuah film yang dibangun dari sebuah novel juga kerap kali menyita banyak perhatian, pasalnya penonton sudah membaca buku tersebut dan ingin melihatnya dalam film layar lebar. Hal ini sama terjadi dalam film Koboy Kampus.

Dimana ada sosok Pidi Baiq, dia dalam film ini memiliki peran sebagai orang yang senang udah membaca novel romantic dan dia juga senang dengan lagu-lagu dari The Panasdalam. Tidak hanya itu, dia juga senang saat melihat trilogi novel Dilan telah masuk dalam dunia perfilman. Banyak sekali cerita menarik yang dibangun oleh seniman Bandung tersebut dan ini dituangkan pada film Koboy Kampus.

Mengisahkan sosok Piqi Baiq (diperankan oleh Jason Ranti), Ninu (diperankan oleh Ricky Harun), Deni (diperankan oleh Bisma Karisma), Erwin (diperankan oleh David John Schaap), dan Dikdik (diperankan oleh Miqdad Addausy) mereka semua menjadi sosok koboy kampus di ITB sebuah perguruan tinggi bandung. Saat memasuki masa Orde Baru, peran mereka adalah mengkritik melalui kreatif dibandingkan pergi ke jalan.

Lantas bagaimana kelanjutan cara tentang sikap mereka dalam berkreasi dan tidak ikut turun ke jalan? Download film koboy kampus di website layarkaca21 bisa menjadi jawaban paling tepat disini. Namun untuk Anda yang ingin tahu plot dari film koboy kampus dapat menyimak sedikit ulasan yang kami berikan berikut ini.

Review Film Koboy Kampus 2019

Lagu The Panasdalam telah membangun sebuah cerita

Ini tidak dapat dikatakan sebagai film drama musikal, karena tidak terdapat unsur tarian dimana umumnya menjadi alat komunikasi hiburan. Film yang telah selesai dikerjakan oleh Pidi Baiq dan Tubagus Deddy ini, menggunakan lagu sebagai kelengkapa alur cerita. Sebanyak 16 lagu The Panasdalam masuk dalam film Koboy Kampus. Sehingga  alur cerita yang dibangun dan disampaikan kepada penontong terbilang sederhana.

Hal tersebut menjadikan film ini pantas Anda pilihan untuk menjadi obat lelah dari aktifitas kerjaan. Ada beberapa sentuhan komedi ditampilkan dan itu bukan hanya sekedar lelucon yang lebih sering diucapkan oleh komika, akan tetapi terdapat beberapa dialog dan gerak-gerik tampak polos yang umum dari seorang mahasiswa kala itu.

Tidak banyak konflik yang terjadi, namun mudah dipahami

Film Koboy Kampus ini tidak mempunyai konflik berat yang umum terjadi pada film-film yang mengisahkan hidup seseorang. Akan tetapi, konflik tersebut muncul dari para karakter dimana mereka mempunyai keresahan saat memilih lagu-lagu yang ingin dinyanyikan.

Film ini, bisa dibilang seperti Anda sedang menonton acara televise dan menekan remote untuk mengganti acara seru, namun tidak kunjung Anda dapatkan. Namun secara tidak sengaja Anda menemukan film Koboy Kampus, dan film tersebut langsung menjadi pilihan utama Anda.

Karakter hadir dengan akting ala kadarnya

Sebuah indikator yang dibangun dalam film ini, sangat nyaman untuk dinikmati. Dimana semua peran karakter tampil ala kadarnya, dan menyuguhkan dialog biasa. Sehingga kisahnya sangat relate untuk Anda bisa merasakan kembali masa-masa kuliah di zaman ’90-an lalu. Layak untuk diakui, sosok Pidi Baiq yang misterius saat masih remaja melalui akting Jason Ranti.

Terutama ketika pemilihan Pidi yang ditujukan kepada Jason dianggap sangat tepat. Debut perdana dari Jason dalam film layar lebar tersebut, harus diberikan apresiasi. Nyatanya semua pemain yang dipilih oleh Pidi Baiq di film Koboy Kampus ini tidak sembarangan. Semua ditujuk karena mempunyai kedekatan karakter dari sosok aslinya. Oleh karena itu, Pidi memberikan kebebasaan kepada pemain untuk menjadi dirinya sendiri, karena secara keseluruhan mirip seperti itu.

Bangunkan nostalgia visual era 90-an

Dengan menghadirkan kembali nuansa Orde Baru, film ini secara tidak langsung berikan sebuah edukasi kepada semua generasi muda untuk tahu dan merasakan aksi yang terjadi di zaman itu. Bisa dibilang lebih dari itu, karena terdapat beberapa adegan sakit hati karena ditolak, naksir junior, telponan di wartel, bahkan pacaran di telepon umum dapat Anda lihat difilm ini. bangunkan nostalgia ini, telah membuat penonton ikut merasakan momen yang ada. Ditambah lagi dengan lagu-lagunya, dimana memiliki lirik to-the-point. Hal itu, membuat semua  pendengar ikut sadar tentang kenyataan (realita) di zaman itu.