Alasan Mengapa Negara dan Agama Melarang Judi Online

Alasan Mengapa Negara dan Agama Melarang Judi Online

Alasan Mengapa Negara dan Agama Melarang Judi Online
Alasan Mengapa Negara dan Agama Melarang Judi Online

Judi Online – Judi atau dalam agama disebut Al Maisir adalah kegiatan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan keuntungan dengan mempertaruhkan harta benda yang diperoleh. Dalam Islam sendiri Al Maisir diartikan sebagai taruhan atau perlombaan. Inilah yang menyebabkannya harus dimainkan oleh dua orang atau lebih.

Jika dilihat dari pengertiannya, permainan judi ini sangat jelas dapat merugikan salah satu pihak dan menguntungkan salah satu pihak yaitu bandar online terpercaya . Pemenang akan diuntungkan karena menerima barang atau sesuatu yang dipertaruhkan, namun bagi yang kalah tentu akan dirugikan karena ia akan kehilangan barang dan sesuatu yang dipertaruhkannya.

Agama Terutama Islam, jelas jelas kegiatan ini. Ada manfaat yang didapat dari ekgiatan ini. Kegiatan judi hanya akan mendatangkan keburukan bagi pemainnya, sebelum jika ia telah meningkatkan kecanduan

Alasan Mengapa Negara dan Agama Melarang Judi Online

Bukan hanya agama saja yang melarang praktik perjudian ini, namun negara Indonesia yang penduduknya menganut beragam agama juga menerima perbedaan praktik perjudian ini. Permintaan larangan ini telah diajukan dalam beberapa undangan-undangan yang telah disiapkan oleh pemerintah dan DPR.

Melihat Unsur Perjudian

Saat ini perjudian mulai merambah dunia agen judi online di capitaltoto, jadi tidak lagi dilakukan konvensional atau terang-terangan. Jika dulu judi dilakukan dengan bertatap muka antar pemain dan bandar online , maka perjudian saat ini berbeda sedangkan perjudian dapat dilakukan melalui dunia maya (online).

Tidak semua permainan di media sosial dianggap judi, namun permainan ini akan dipertimbangkan judi

  1. Permainan Tidak Ada

Dalam perjudian (permainan) ada dua orang atau lebih yang memainkannya. Tidak dapat disetujui jika hanya dimainkan satu orang saja, sebab permainan ini adalah perlombaan dan mencari siapa pemenangnya.

Lalu, bagaimana dengan judi online jika memang harus dilakukan oleh dua pemain? Khusus pemain akan menggunakan teknologi panggilan video seperti sykpe dan aplikasi panggilan video lainnya.

  1. Unsur Bertaruh

Selanjutnya adalah tidak bertaruh. Saat pemain telah ada, maka selanjutnya adalah ada yang tidak bertaruh. Baik berupa uang maupun barang berharga dan tetap saja ini merupakan taruhan, karena merupakan harta, uang, dan benda berharga ini akan diberikan kepada pemenang. Jadi, sangat jelas di sini ada salah satu pihak yang dirugikan.

Taruhan inilah yang menjadi akar masalah perjudian. Adanya uang, barang, atau sesuatu yang harus dipertaruhkan membuat pemain judi rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang akan dipertaruhkan. Ia akan terus mencari apa pun yang bisa dipertaruhkan demi terus bermain

Mencari sesuatu yang akan dipertanyakan dengan mudah, sebab jika uangnya sudah habis mungkin saja ia akan menjual barang yang ada di dalam rumah. Jika sudah habis, maka pemain segudi judi bisa saja berhutang. Jika begini, maka harus siap untuk menerima kehancuran.

Bisa saja pemain judi tidak berhutang, namun ia bisa melakukan kriminal, seperti melepaskan dan merampok demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika tak bisa, hal paling ekstrim yang bisa terjadi adalah kehilangan rasa yang hilang dan rasa ingin dibuang diri.

  1. Untur Keuntungan

Persyaratan persentase adalah persentase keuntungan bagi pemenang. Pihak yang menang akan mendapat uang, barang berharga atau apa pun yang dipertaruhkan. Karena alasan negara dan agama, sebagian besar Islam menyatakan adanya prakterk perjudian baik secara online maupun konvensional, sebab judi hanya akan merugikan salahs atu pihak dan menguntungkan salah satu pihak saja.

Mengetahui Penyebabnya Bermain Judi

Saat seseornag memutuskan untuk bermain judi, sebenarnya ia harus siap dengan sangsi yang akan didapat. Tak hanya satu sangsi saja, namun beberapa sangsi, mulai dari agama sisi yang dianggap amal buruk dan mendapat dosa, lalu ada juga sisi negara yang siap mengganjar pemain judi dengan hukuman penjara dan denda. Saat keluar penjara pun, pemain judi online masih dihantui dengan sangsi sosial dimana ia akan dijauhi dan dikusilkan oleh masyarakat.

Mungkin Anda heran, bagaimana seseroang bisa kecanduan berjudi. Bagaimana seseorang bisa terjerumus ke hal negatif seperti itu, bahkan harus tahu agama dan negara, mereka tidak takut dan tetap melakukan kegiatan berjudi. Terlebih di jaman modern ini, berjudi bisa diambil dari rumah tanpa perlu keluar rumah.

Apa alasan seseorang untuk berjudi?

  • Iming-iming atau dijanjikan keuntungan dalam jumlah banyak
  • Awalnya bermula dari ajakan teman
  • Awalnya hanya iseng atau coba-coba
  • Berpikir bahwa judi bisa mengubah dan membantu mengangkat
  • Sudah menjadi kebiasaan buruk yang susah hilang
  • Mudah dilakukan untuk mendapat uang
  • Menganggap judi online adalah bisnis yang menguntungkan
  • Hanya ingin mendapatkan keuntungan dengan cara instan tanpa bekerja keras

Yang Didapat Saat Berjudi

Mungkin dalam beberapa waktu, Anda memiliki rencana untuk bermain judi dengan rekan Anda. Tapi bisa jadi keputusan ini adalah keputusan yang salah. Berhati-hatilah mengambil keputusan karena salah melangkah sedikit saja, Anda akan menerima konsekuensinya, terdiri dari:

  • Masuk penjara minimal dalam jangka waktu 10 tahun
  • Kehilangan uang untuk membayar denda sebesar 25 juta rupiah
  • Dijauhi dan menjadi bahan pembicaraan teman, tetangga, hingga orang terdekat
  • Mendapat dosa dan hukuman dari Allah SWT karena hukumnya haram jika dilakukan

Larangan berjudi yang diterapkan di Indonesia dilakukan demi kenyamanan dan terbeas dari unur negatif yang merugikan. Jadi, mari bantu dan mendukung larangan judi ini. Jika ada tetangga, teman, atau kerabat yang ingin berhenti bermain, berilah dukungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *